SYARAT SERTIFIKASI GURU “MEMAKSA” TIDAK BERTINDAK BOHONG

Agustus 22, 2008 oleh nusagama

Adalah sebuah “harga” (baca harapan) yang berharga sekali pidato Presiden RI pada tanggal 16 Agustus 2008 yang salah satu isinya bahwa anggaran pos pendidikan akan dinaikan menjadi 20%. Walau belum tentu kriteria anggaran yang masuk dalam 20% tersebut, karena masih dalam pembahasan. Ini agak sedikit bias ditengah-tengah pada beberapa departemen justru anggarannya dikurangi, jadi masih menunggu baktinya.

Terlepas dari perbincangan di atas ada harapan bagi guru yang sudah lulus sertifikasi atau yang masih dalam proses untuk memenuhi segala persyaratan untuk segera mendapat apa yang disebut gaji fungsional sebesar satu kali gaji pokok. Perlu segera sejenak melupakan dulu pengalaman yang dialami pada guru yang telah lulus tahap I sampai sekarang berhenti pemberian gaji fungsionalnya, untuk segera membangun harapan baru bahwa gaji fungsional guru yang lulus sertifikasi segera dibayar.

Kebijakan depdiknas yang akan menghargai profesionalisme guru adalah langkah yang tepat untuk mendorong peningkatan kualitas guru dan selanjutnya dapat bekerja dengan standart profesional yang tepat. Dengan begitu akan menghasilkan output lulusan yang berkualitas. Tentu dalam proses awal banyak terjadi saling tumpang tindih dalam pemenuhan segala persayatan (portopolio) misal sertifikasi yang diragukan, kebijakan guru usia tua dan muda, lama mengajarnya dan terutama strata gelar pendidikannya. Semua itu akan berpengaruh dalam kondisi kerja di sekolah, karena ada perasaan yang tua ”disepelekan” karena tidak punya strata pendidikan sarjana (S1).

Proses selanjutnya adalah persayatan pengambilan gaji, yang mungkin bagi guru PNS tidak masalah tapi bagi saudara kita yang mengabdi dan mengajar di lembaga pendidikan sekolah swasta seperti yayasan akan banyak tibul masalah. Seperti termuat dalam Kompas ed. Yogja (20 Agustus 08, hal I) bahwa persyaratannya adalah 1. jumlah mengajar minimal 24 jam/pekan, 2. nomor eegkening bank yang ditunjuk dan 3. fotokopi slip gaji. Tapi untuk suadara guru swasta yang di lembaga swasta harus melengkapi surat keterangan sebagai guru/pegawai tetap yayasan.

Sayarat yang ke-4 bagi guru swasta yang mengajar di lembaga pendidikan swasta/yayasan adalah sulit bagi yayasan mau dan mampu memenuhi persyaratan tersebut. Karena yayasan dengan menetapkan seorang pegawai sebagai pegawai tetap yayasan akan menambah beban yang besar, karena harus membayar beberapa jenis tunjangan pegawai. Di sini mulai timbul yang namanya kompromi (baca berbuat bohong) antara pihak yayasan dan pegawai untuk menghindari konsekuensi beban. Tentu banyak yayasan banyak yang tidak mau mengangkat menjadi pegawai tetap. Karena jika itu dilakukan organisasi yang fokus pada pendidikan misal Muhammdiyah yang sudah nasional saja belum tentu mampu untuk membayarnya apa lagi yang masih bersifat lokal.

Karena ini persyaratan maka pegawai tetap berusaha mencari mendapatkannya dan yayasan, maka akan ada tawar menawar antar dua belah pihak. Pegawai karena dalam posisi lemah maka pada pihak yang meminta dan yayasan pasti kuat karena tepat bekerjanya. Sehingga timbul perbuatan palsu yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh pendidikan dan yayasan pendidikan. Misal seolah-olah ditetapkan sebagai pegawai tetap, tapi tidak mendapatkan hak-hak sebagai pegawai tetap. Ini tentu merugikan pihak pegawai, karena tidak dapat hak segai pegawai tetap, tetapi ini tentu akan banyak dilakukan untuk menghindari tanggungjawab yayasan. Untuk menghindari atau mencegah itu tidak harus pernyataan atau surat keterangan pengawai tetap, cukup yayasan mengakui sebagai pegawai. (Yhy~22~08~08).

DAFTAR TENTOR

Februari 28, 2008 oleh nusagama

DAFTAR  SEBAGIAN TENTOR

 

LEMBAGA PENDIDIKAN  NUSAGAMA (Privat Genius)

 

JL. Kaliurang Km 5,8  Tlp. 0274-7828060  YOGYAKARTA

 

JL. Ring Road Selatan Giwangan  51  Tlp. 081804294457  YOGYAKARTA

 

 

 

NO

NAMA

KEAHLIAN / BIDANG

PT (LULUSAN)

1

AAN BERTY KUSTANTO

FISIKA, MATEMATIKA

UGM

2

ABDUL HAKIM

FISIKA, MATEMATIKA

UIN

3

ADHE PUSPITA M

BHS INGGGRIS

UAD

4

ADI FATHUR MUAD

FISIKA, MATEMATIKA

UGM

5

AGUNG WARDOYOHARJO

BHS INGGGRIS

UAD

6

AGUS SULAIMAN

MATEMATIKA, KOMPUETR

UNY

7

AISYAH

EKONOMI AKUNTANSI

UPN

8

AJENG UDAYANI

INDONESIA, IPA SD

UNY

9

ALLAN WAHYUNDOKO

BHS INGGGRIS

UGM

10

AMBARWATI

EKONOMI AKUNTANSI

UNY

11

ANDRO

EKONOMI AKUNTANSI

UNY

12

ANISHA DIAN I

FISIKA, MATEMATIKA

UII

13

ARIF PRIYO GUNAWAN

INDONESIA

UNY

14

ARIS AYU DAMAYANTI

BHS INGGGRIS

UST

15

ARIS SUTANTO

EKONOMI AKUNTANSI

UNY

16

ARUM SETIAWATI

KONSELING, IQRA

UNY

17

ARY KARTIKA K

SD, SMP, MATEMATIKA

UPN

18

ASEP SHOFIAN S

BHS INGGGRIS

UNY

19

AWANG DAMA YANI

IPS, SD, SMP

UNY

20

BAMBANG TRI Y

MATEMATIKA, PSIKOLOGI

UII

21

BEDI APRILIA S

FISIKA, MATEMATIKA

UNY

22

BENI YULI PRASTOWO

BHS INGGGRIS

UAD

23

BUYUNG HARJONO

EKONOMI AKUNTANSI

UNY

24

CITRA PERTIWI

KIMIA, BIOLOGI

UGM

25

DANANG N

IPA, SD-SMP

UGM

26

DANUR ERWINDRA

EKONOMI AKUNTANSI

UNY

27

DESI NATALIA

BHS INGGGRIS

SADHAR

28

DIAN PUSPITA RINI

SOSIOLOGI, INGGRIS

UGM

29

DISKA KRISNAWATI

SD, PGSD, SMP

UNY

30

DWI CAHYANI

MATEMATIKA, KOMPUETR

UNY

31

DWI TYAS C

PERANCIS, SD, SMP

UNY

32

EKA WAHYU P

MATEMATIKA, UOTBOND

UNY

33

EKO BUANTO

BHS INGGGRIS

UTY

34

ENI HANDAYANI

BHS INGGGRIS

UAD

35

FARIDA LISTIANI

PSIKOLOGI, BHS INGGGRIS

UAD

36

FAUZAN AMRI

MATEMATIKA

UGM

37

FENTINUR EVIDA S

KIMIA, FISIKA, MTK

UGM

38

FERRA TANIA

MATEMATIKA, FISIKA

UGM

39

FIRDUS

BHS INGGGRIS

UNY

40

FITRI MUFRIANTIE

KOMPUTER

INSTIPER

41

FITRIANA HANDAYANI

SEMPOA, MTK, FISIKA

SADHAR

42

FREDI HERMANTO

EKONOMI AKUNTANSI

UNY

43

GIYANTO

PLB, KEBUTUHAN KHUSUS

UNY

44

HANA FAIS PROBOWO

BHS INGGGRIS

UGM

45

HANA FAUZIATI

FISIKA, MATEMATIKA

UNY

46

HANDOKO

MENGGAMBAR, KARIKATUR

ISI JOGJA

47

HARIANA FITRIYANI

FISIKA, MATEMATIKA

UAD

48

HARUN ABDILLAH ABU H

KIMIA, BIOLOGI

UPN

49

HARYUNI

PLB, KEBUTUHAN KHUSUS

UNY

50

HENI IKAWATI

EKONOMI AKUNTANSI

UNY

51

HENI SULISTYANINGSIH

SD, SMP

UNY

52

HIDAYATI

BHS INGGGRIS

UNY

53

IBNU ARIBOWO

SOSIOLOGI, GEOGRAFI

UNY

54

IDA LAILATUL F

FISIKA, MATEMATIKA

UIN

55

IDA PUSPITA

BHS INGGGRIS

UAD

56

IKE NAVITASARI

EKONOMI AKUNTANSI

UGM

57

INDAH FITRI ANI SUTANTI

EKONOMI AKUNTANSI

UNY

58

INDARTI

SD, PGSD, SMP

UNY

59

IRA MARSANTI

BHS INGGGRIS

UNY

60

ISMA NUR F

KIMIA, BIOLOGI

UGM

61

ISNAINI

EKONOMI AKUNTANSI

UAD

62

JIMMY FREDERIKUS

BHS INGGGRIS

SADHAR

63

KARYADI

FISIKA, MATEMATIKA

UGM

64

KRISMANTI ARIFAH

EKONOMI AKUNTANSI

UNY

65

KUNIN MUKHLISHAH

KIMIA, BIOLOGI

UGM

66

KUSNADI

BHS INGGGRIS

UNY

67

LISTYO EKO WATI

SEMPOA, MTK, FISIKA

UNY

68

LUJIANTO

TK, SD, OUT BOND, PERMAINAN

UNY

69

M MANSYUR

INDONESIA

UNY

70

M ZAKY MUBAROK

BHS INGGGRIS

UTY

71

M ZEINI EFENDI

FISIKA, MATEMATIKA

UGM

72

MARIA WAHYU

EKONOMI AKUNTANSI

UNY

73

MARIANA

TK, SD, MEMBACA, PERMAINAN

UIN

74

MASKHUN IKHWAN K

BHS INGGGRIS

UNY

75

MUJIYARTI

SD, SMP, MATEMATIKA

UAD

76

MULYONO

SD, SMP, MATEMATIKA

UNY

77

NAILUL FAUZIAH

KOMPTER, MATEMATIKA

UGM

78

NANANG AGUS SRTIAWAN

BHS INGGGRIS

UAD

79

NANI AGUSTIN

TK, SD, MEMBACA, PERMAINAN

STTL

80

NATALIA RETNA A

SD, SMP

UNY

81

NINING WIDI A

FISIKA, MATEMATIKA

UNWAMA

82

NOR SAID

BHS INGGGRIS

UAD

83

NORI PURWANASARI

INDONESIA, IPA SD

UNY

84

NUKTHOKUL HUDA

MATEMATIKA

UNY

85

NUNIK LESTARI

TK, SD, MEMBACA, PERMAINAN

UII

86

NUR FITRIANA

FISIKA, MATEMATIKA

UGM

87

NURHAYANI

BHS INGGGRIS

UAD

88

PRASETYA WIDODO

KOMPTER, MATEMATIKA

UGM

89

PURWANINGSIH

BIOLOGI, MATEMATIKA

UGM

90

PUSPITA

EKONOMI AKUNTANSI

UGM

91

PUTRI RAHMAWATI

PSIKOLOGI, BHS INGGGRIS

UGM

92

RAHEL BRIGDA

SD, SMP, MATEMATIKA

UGM

93

RAHMATUN A

KOMPUTER, SD MATEMATIKA

UNY

94

RENI HIDAYAH

BHS INGGGRIS

UNY

95

RIFATUL F

BHS INGGGRIS

UNY

96

RIS FATMAWATI

BHS INGGGRIS

UST

97

RISCA RUTI WARDANI

BHS INGGGRIS

UGM

98

RISTANTI SRTYADI NINGRUM

BHS INGGGRIS

STIKP

99

RONNY PRIAMBADA

BHS INGGGRIS

JAYABAYA

100

RULY HARTATI

BHS INGGGRIS

UTY

101

SIGIT PUTRASAKTI

KOMPUTER, MATEMATIKA

UPN

102

SITI AMINAH

BHS INGGGRIS

UAD

103

SITI HIDAYAH

BIOLOGI, MATEMATIKA

UGM

104

SITI RODIAH

KONSELING, IQRA

UNY

105

SITI ZUBAIDAH

EKONOMI AKUNTANSI

UAD

106

SITI ZUNAEROH

BHS INGGGRIS

UST

107

SOFI KAMALUDIN

TK, SD, OUT BOND, PERMAINAN

UNY

108

SOFIANTUN

FISIKA, MATEMATIKA

UAD

109

SRI MUSLIHATUN

BHS INGGGRIS

UGM

110

SRI SUNARTI

INDONESIA

UNY

111

STAYLIN HARUNIGRUM

PERANCIS, SD, SMP

UNY

112

SUBEKTI

MATEMATIKA

UAD

113

SUCI BIGHA CARAKA

KONSELING, IQRA

UNY

114

SUDARYANTI

FISIKA, MATEMATIKA

UNY

115

SUPRIYADI

BHS INGGGRIS

UAD

116

SUSANTI

FISIKA, MATEMATIKA

UIN

117

SUSILOWATI

BIOLOGI, MATEMATIKA

UNY

118

TAMI KUSWORO

PSIKOLOGI, BHS INGGGRIS

UGM

119

TRISTIANTO

INDONESIA, IPA SD

UNY

120

ULFIYANAH

BHS INGGGRIS

UNY

121

ULYA NAFI’ATI

MATEMATIKA, FISIKA

UIN

122

UMI ARI

EKONOMI AKUNTANSI

UNY

123

USWATUN CHASANAH

PLB, KEBUTUHAN KHUSUS

UNY

124

USWATUN HASANAH

EKONOMI AKUNTANSI

UPN

125

VIKA ASRININGRUM

BHS INGGGRIS

UGM

126

WAHYU APRILIA

MATEMATIKA

UII

127

WAHYU ASTUTI

MATEMATIKA, KOMPUETR

UII

128

WIDI ASTUTI

TK, SD, MEMBACA, PERMAINAN

UGM

129

WIDIYANTI

FISIKA, MATEMATIKA

UGM

130

WITA PRAPTIWIDYA

EKONOMI AKUNTANSI

UNY

131

WIWIK KUMALA N

TK, SD, MEMBACA, PERMAINAN

UTY

132

WULAN PRATIWI

PERANCIS, SD, SMP

UGM

133

YENNA SEPTIANI ASRI

MATEMATIKA, KOMPUETR

UGM

134

YOSSYTAMA K

INTERNET, MATEMATIKA

UAJ

135

YUDI TRI A

GEOGRAFI

UNY

136

YULI PURWANINGSIH

KONSELING, IQRA

UNY

Demikian Data sebagian tentor LKBB NUSAGAMA

DAFTAR PERAIH NOBEL

Januari 15, 2008 oleh nusagama

DAFTAR PENERIMA HADIAH NOBEL

DAN SEJARAH HADIAH NOBEL

Penghargaan Perdamaian Nobel adalah satu dari lima Penghargaan Nobel yang diadakan atas permintaan oleh penemu dan industrialis Swedia Alfred Nobel. Penghargaan ini diberikan pada orang yang paling Baca entri selengkapnya »

ANGKA TINGGAL KELAS TINGGI, APA BODOH SISWA KITA

Januari 15, 2008 oleh nusagama

Kondisi pendidikan di Indonesia masih menyisakan keprihatinan cukup menyentuh hati dengan besarnya angka tinggal kelas (tidak naik) kelas sebesar 12,5% dari data DIKNAS (Teacher Employment and Equity Efficiency, and Quality Improvement, Kompas, 21/12/07). Program pendidikan wajib 9 tahun yang artinya setiap anak yang lahir di seluruh wilayah  Indonesia, pemerintah wajib Baca entri selengkapnya »

ARTIKEL

Januari 15, 2008 oleh nusagama

GENIUS PRIVAT SD, SMP, SMA

 Kami melayani untuk meningkatkan prestasi dan memecahkan problem belajar siswa. Fasilitasnya satu tentor untuk satu siswa, datang ke rumah siswa, waktunya menyesuaikan siswa. Hubungi  Kami  Yahya Asngari, 0274 7828060, 081804294457

NUSAGAMA

Januari 15, 2008 oleh nusagama

LEMBAGA KONSULTASI DAN BIMBINGAN BELAJAR (LKBB) MELAYANI KONSULTASI DAN BIMBINGAN UNTUK PENINGKATAN PRESTASI DAN MEMECAHKAN PROBLEM BELAJAR SISWA. FASILITAS SATU SISWA DENGAN SATU TENTOR, BAGI SISWA TK, SD, SMP, SLTA DAN UMUM.

BAGAIMANA MELEJITKAN SELURUH POTENSI KECERDASAN ANAK?

Oleh Hernowo

“Kini sedang tumbuh sebuah generasi baru yang akan mengubah dunia menjadi berbeda sama sekali dengan sebelumnya.”
DON TAPSCOTT, Growing Up Digital

Anak-anak kita akan hidup di zaman yang berbeda dengan zaman kita. Dunia terus-menerus berubah. Apa yang kita pikirkan saat ini belum tentu cocok dengan keadaan di masa datang. Kita, sebagai orangtua dan guru, tidak bisa hanya menggunakan pikiran kita untuk membawa anak-anak kita ke masa depan. Kita harus menggunakan pikiran masa depan kita dan juga pikiran mereka.

Dan…”multiple intelligences”, setidaknya, akan memberikan “peta” atau panduan kepada kita untuk menuju masa depan yang berbeda dengan masa sekarang.

“Multiple intelligences” atau kecerdasan majemuk pada dasarnya adalah sebuah konsep yang menunjukkan kepada kita bahwa potensi anak-anak kita, khususnya jika dikaitkan dengan kecerdasan, banyak sekali. Di kepala anak-anak kita minimal ada sembilan kecerdasan. Manfaat utama memahami “multiple intelligences” bukanlah untuk membuat anak-anak kita menjadi hebat. Namun konsep tersebut, paling tidak, dapat  membantu kita untuk menganggap (mempersepsi) bahwa anak-anak kita itu menyimpan potensi yang luar biasa.

Kesembilan kecerdasan itu adalah (1) word, (2) number, (3) picture, (4) music, (5) body, (6) self, (7) people, (8) nature, dan (9) existence smart. Yang (1) dan (2) biasanya dikenal dengan IQ, yang (6) dan (7) dikenal dengan EQ, dan yang (9) sering dipadankan dengan SQ.

Selama ini, ada kemungkinan, kita terlalu menganggap remeh anak-anak kita. Sebagai orang yang sudah dewasa dan kenyang makan asam garam kehidupan, kita lantas takabur bahwa anak-anak kita itu masih “hijau”, masih belum memiliki pengalaman yang kaya. Kita lantas memandang mereka sebagai manusia yang banyak memiliki kelemahan. Mungkin saja, pada saat tertentu, anak kita menunjukkan kelebihannya. Namun, kita senantiasa meletakkan kelebihan anak kita itu dalam banyak kelemahan mereka.

Akhirnya, anak-anak kita, mungkin hampir setiap hari, senantiasa kita salah-salahkan dan kita terus menganggap kekurangan mereka lebih banyak ketimbang kelebihan mereka.

“Multiple intelligences” benar-benar mengubah paradigma-lama yang menyesatkan itu. “Multiple intelligences” menawarkan seuah paradigma-baru dalam melihat anak-anak secara sangat radikal. Pertama, sekali lagi, mereka memiliki banyak sekali potensi. Kedua, ini yang mencengangkan, dalam “kenakalan” atau “kebandelan” mereka, yang kadang mengesalkan diri kita, tersimpan kelebihan-kelebihan mereka. Dan, ketiga, potensi mereka mencuat secara sangat bebas dan spontan.

Nah, bagaimana caranya agar seluruh potensi kecerdasan anak-anak kita itu dapat melejit secara hebat? Apa metode dan pendekatan yang dapat digunakan oleh para guru dan orangtua? Apakah ada strategi yang tepat untuk melejitkan semua kecerdasan itu?

Pertama, menurut konsep brain-based learning yang dirumuskan oleh Eric Jensen (lihat buku karya Jalaluddin Rakhmat, Belajar Cerdas: Belajar Berbasiskan Otak, MLC, 2005), kekuatan otak baru akan muncul secara dahsyat apabila kondisi seseorang itu berada dalam balutan emosi positif. Emosi positif adalah keadaan di mana seseorang itu berada dalam kenyamanan (bebas stres) dan senang (baca: bahagia).

Jadi, agar seorang anak itu dapat melejitkan seluruh kecerdasannya, dia harus bebas dari segala ancaman, tekanan, dan ketakutan. Kegiatan belajar-mengajar yang diselenggarakan harus memunculkan semangat dan gairah yang luar biasa. Ini bisa dideteksi dengan apakah mata anak itu berbinar-binar atau tidak. Lantas, apakah diri anak itu benar-benar terlibat di dalam kegiatan belajar tersebut atau tidak.

Kedua, menurut strategi pembelajaran bernama contextual teaching and learning (lihat buku karya Elaine B. Johnson, Contextual Teaching and Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar-Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna, MLC, 2006), agar anak didik terlibat dalam kegiatan belajar dan dapat melejitkan seluruh kecerdasannya, kegiatan belajar-mengajar tersebut harus menghadirkan makna.

Sesuatu itu menjadi bermakna apabila sesuatu itu penting dan berharga bagi diri pribadi anak didik. Jadi, apa pun materi yang ingin diajarkan kepada anak didik, materi itu harus terkait dengan pengalaman sehari-hari anak didik. Jika tidak terkait, maka kegiatan belajar itu bisa dikatakan hampa atau kosong akan makna. Dan apakah kemudian setiap pengalaman anak didik harus diperhatikan dan dikaitkan? Ya, manusia itu unik. Antara anak didik yang satu dengan anak didik yang lain itu tidak sama. Kebermaknaan belajar hanya akan muncul jika materi pelajaran disesuaikan dengan setiap keunikan anak didik.

Ketiga, menurut konsep “multiple intelligences” (lihat buku karya Laurel Schmidt, Jalan Pintas Menjadi Tujuh Kali Lebih Cerdas, Kaifa, 2004; Thomas Armstrong, Sekolah Para Juara: Menerapkan “Multiple Intelligences” di Dunia Pendidikan, Kaifa, 2005; dan Thomas R. Hoerr, Buku Kerja “Multiple Intelligences”, Kaifa, 2007), setiap kecerdasan bisa menjadi “jalan masuk” untuk membuat anak senang belajar dan memperoleh makna. Setiap anak, jika tidak cacat otaknya secara fisik, pasti dapat mengembangkan seluruh kecerdasan yang dimilikinya. Dan setiap anak, kadang, memiliki satu atau dua kecerdasan yang menonjol.

Jika anak-anak itu dapat kita layani—yaitu menemukan satu kecerdasannya yang menonjol dan kita menyampaikan materi pelajaran itu dengan menggunakan “jalur” kecerdasan menonjolnya itu—anak-anak itu akan sangat cepat belajarnya. Strategi melejitkan kecerdasan akan sangat efektif apabila kita dapat menerapkan konsep “multiple intelligences” ini. Hal ini disebabkan anak-anak akan dapat belajar secara alamiah, belajar dengan cara yang diinginkannya, apabila “multiple intelligences” ini dapat dioperasionalkan secara tepat dan benar.

Jadi, lewat ketiga cara dan strategi di atas, bukan saja IQ, EQ, dan SQ akan dapat dilejitkan; bahkan, seluruh kecerdasan anak dapat kita lejitkan.

Sumber : http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=emagazine&id=5&fid=52, Accessed By Nusagama on 15 Januari 2008